Makanan Korea Baik Untuk Kesehatan

-Kuliner dan Tata Cara Makan di Korea (2)

Hansik (Korean Cuisine)
PEPATAH lama Korea mengatakan, ‘’Makanan dan obat tumbuh dari akar yang sama. Oleh karena itu, tidak ada obat yang lebih baik daripada makanan.’’ Hal itu rupanya dipercaya oleh masyarakat Korea hingga sekarang. Mereka meyakini Hansik (Korean Cuisine) merupakan makanan yang seimbang dan sehat karena terdiri atas bahan yang segar dan berasal dari alam.

Seperti di Indonesia, dalam masakan Korea meskipun mempunyai bumbu wajib dalam mengolah makanan tetapi juga tak lupa menambahkan rempah-rempah, baik itu berupa tumbuhan, biji-bijian, atau buah-buahan. Salah satunya dan sangat terkenal yaitu, Ginseng.
Galbi Jjim (Semur Iga Sapi ala Korea)
Saya menyadari itu ketika menyantap kuliner Galbi Jjim di Seoul Palace Korean Restaurant Semarang beberapa waktu lalu. Secara harfiah Galbi adalah Iga Sapi, sedangkan Jjim adalah kukusan. Akan tetapi jika diterjemahkan dalam wujud masakannya, Galbi Jjim adalah Semur Iga Sapi ala Korea. Hidangan ini memiliki kuah berwarna coklat dengan rasanya manis dan gurih. Namun, rasa manis tersebut ternyata tidak hanya dari kecap asin yang dicampur dengan gula jagung. Setelah saya aduk dan melihat didalamnya, ternyata ada tambahan buah-buahan yang membuat kuah berasa manis. 
Seporsi Galbi Jjim ala Seoul Palace Korean Restaurant Semarang
Satu porsi Galbi Jjim yang ditempatkan pada mangkuk tanah liat yang panas itu berisi beberapa potong iga sapi yang dagingnya tebal, empuk, dan sangat lembut. Bahan penyerta lainnya, ada wortel, daun bawang, jamur shitake yang sudah saya kenal. Namun, saat menyendok kuah kemudian saya masukan ke mulut ada sesuatu bahan yang asing tergigit dan belum pernah saya rasakan. Lalu saya bertanya pada Ibu Benita Eka Arijani, bahan-bahan apa saja yang ada di dalam semangkuk Galbi Jjim.

Pemilik Seoul Palace Korean Restaurant Semarang itu menjelaskan, bahwa ada biji chesnut atau kacang berangan. Kemudian, ada juga buah jujube dan ginkgo. Ketiga biji dan buah yang menjadi bahan campuran memasak Galbi Jjim ini memiliki rasa manis, segar, dan renyah. Biji chesnut mempunyai tekstur yang renyah tapi lembut, buah jujube rasanya serupa kurma yang manis.
Biji Chesnut atau Kacangan Berangan
Bahan-bahan yang mungkin jarang dijumpai pada masakan Indonesia itu ternyata memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Chesnut yang kaya serat dan mengandung asam folat, mineral, vitamin B dan fosfor ini sangat dianjurkan bagi penderita anemia. Selain itu, jenis kacang-kacangan ini juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat mencegah kelainan pada janin. Disamping itu, juga cocok bagi penderita kelelahan kronis dan pereda flu.
Buah Jujube setengah kering
Sementara itu, buah jujube yang mengandung vitamin C, protein, potassium, dan saponin ini sangat berkhasiat untuk sakit tenggorokan. Selain itu, dapat untuk mengobati kulit kering, kulit gatal, mengobati kelelahan, diare, hipertensi dan berfungsi sebagai obat penenang.
Biji Ginkgo
Contoh masakan lain yang juga berkhasiat sebagai obat adalah Samgyetang. Meski saya belum pernah mencicipi kuliner Sup Ayam Ginseng ini, namun saya percaya ketika melihat komposisi bahan-bahannya. Ginseng adalah salah satu bahan yang penting saat mengolah hidangan yang cocok dinikmati di musim panas ini. Sebab, akar tanamannya dapat memperbaiki aliran dan meningkatkan produksi sel darah merah, serta membantu pemulihan penyakit.
Bahan-bahan membuat Samgyetang (Sup Ayam Ginseng ala Korea)
 Adapun, secara spesifik tanaman herbal yang juga ikon negara Korea ini berkhasiat, dapat meningkatkan vitalitas dan stamina tubuh. Lalu, mengobati diabetes, mengatasi penyakit flu, hingga mencegah perkembangan kanker.
Akar Tanaman Ginseng
Saya jadi ingat, saat menonton drama Korea jika ada adegan orang sakit. Pertolongan pertama yang dilakukan oleh orang tua, suami, istri, atau kekasih disana adalah memasak sup atau bubur dengan bahan-bahan yang dipercaya dapat menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit.  
Kimchi
Jadi bisa disimpulkan, semua makanan Korea itu sehat, baik dari bahan atau cara memasaknya. Sekarang ini di Korea bahkan di seluruh penjuru dunia, siapa yang tidak kenal Kimchi. Sayuran yang difermentasi ini disukai oleh masyarakat Korea. Mereka tidak bisa hidup tanpa Kimchi, bahkan makanan pendamping ini menjadi kebanggaan nasional. Selain itu, mereka mempercayai Kimchi adalah makanan sehat karena ada bakteri baik bagi tubuh yang mendukung proses fermentasinya.
Proses membuat Kimchi
Sementara itu berdasarkan pengalaman saya menikmati kuliner Korea, dalam mengolah dan menyajikan makanan biasanya dalam keadaan segar, mentah, atau dimasak sebentar. Intinya, seluruh jenis makanan di Korea tidak lama berada di atas api.

Lalu menurut Bu Benita, untuk menjaga kesehatan di negeri empat musim tersebut orang Korea juga memiliki kebiasaan-kebiasaan unik. 
‘’Kalau musim panas piranti yang digunakan untuk makan hanya piring. Dan mereka biasanya lebih senang makan di luar ruangan untuk mencari angin/udara segar,’’ ungkap pakar kuliner Korea yang tinggal di Semarang itu. 

Namun, lanjut dia, jika musim dingin tiba, mereka suka mencari atau memasak makanan yang bisa menghangatkan tubuh dan melawan penyakit, seperti daging-dagingan, sayur mayur, dan minuman herbal. Sebab, saat musim dingin tidak hanya suhu minus derajat yang menusuk tubuh tetapi angin kencang dapat membuat mereka sakit.

Mengakhiri tulisan ini, mungkin saya juga perlu mengingatkan tentang ungkapan dari bahasa Latin, ‘’Mens Sana In Corpore Sano’’ yang artinya di dalam tubuh yang sehat juga terdapat jiwa yang sehat. Kalau makanmu sehat tetapi jiwamu tidak sehat sama saja tidak sejalan. Kalau berprinsip harus makan makanan sehat tetapi masih suka berpikir hal-hal negatif juga sama saja tidak sehat bagi tubuh dan kehidupanmu. Because healthy outside starts from the inside. Gamsahamnida^^

0 comments